SMP

Cara Membuat Asesmen Formatif yang Efektif dalam Kurikulum Merdeka

Panduan lengkap membuat asesmen formatif untuk Kurikulum Merdeka: pengertian, teknik, contoh instrumen, dan cara menggunakannya untuk meningkatkan pembelajaran.

3 Juli 202613 menit baca
✅

Apa itu Asesmen Formatif?

Asesmen formatif adalah penilaian yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung — bukan di akhir — dengan tujuan memantau perkembangan belajar siswa dan memberikan umpan balik yang bermakna. Dalam Kurikulum Merdeka, asesmen formatif menjadi tulang punggung proses pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Buat modul ajar yang sudah terintegrasi dengan asesmen formatif secara otomatis menggunakan **[SahabatAjar](/)**.


Perbedaan Asesmen Formatif, Sumatif, dan Diagnostik

JenisKapanTujuanContoh
DiagnostikSebelum pembelajaranMengetahui kemampuan awalPre-test, pertanyaan awal
FormatifSelama pembelajaranMemantau progres, memberikan feedbackKuis, diskusi, observasi
SumatifAkhir pembelajaranMengukur pencapaian finalUlangan harian, ujian akhir

**Prinsip Utama:** Asesmen formatif **tidak harus diberi nilai angka**. Fungsinya adalah feedback, bukan ranking.


7 Teknik Asesmen Formatif yang Efektif

1. Exit Ticket (Tiket Keluar)

Di akhir pelajaran, siswa menulis jawaban atas satu pertanyaan kunci di secarik kertas sebelum keluar kelas.

Contoh pertanyaan:

  • "Tuliskan satu hal yang kamu pelajari hari ini dan satu pertanyaan yang masih kamu miliki."
  • "Jelaskan konsep [topik] dengan kata-katamu sendiri."

Cara menggunakan hasilnya: Baca malam itu, kelompokkan berdasarkan pemahaman, sesuaikan kegiatan besok.


2. Think-Pair-Share

Siswa berpikir sendiri → berpasangan → berbagi ke kelas.

Kapan digunakan: Saat memperkenalkan konsep baru atau membahas soal yang memerlukan penalaran.


3. Polling / Voting Cepat

Guru mengajukan pertanyaan pilihan ganda, siswa angkat tangan atau gunakan kartu warna.

Alat digital: Mentimeter, Kahoot, atau Quizizz (gratis).


4. Observasi Terstruktur

Guru berkeliling saat kerja kelompok, menggunakan checklist untuk mencatat pemahaman tiap siswa.

Contoh checklist:

IndikatorABCD
Mampu menjelaskan konsep✓✓-✓
Mampu mengerjakan soal✓--✓
Aktif berdiskusi✓✓✓-

5. Jurnal Refleksi

Siswa menulis refleksi singkat (5-10 menit) secara rutin: apa yang dipelajari, apa yang masih bingung, dan apa yang ingin diketahui selanjutnya.


6. Peer Assessment (Penilaian Teman Sebaya)

Siswa menilai hasil kerja teman menggunakan rubrik yang sudah disediakan guru. Melatih kemampuan evaluasi kritis.


7. Mini Quiz (5 soal, 5 menit)

Kuis singkat di awal atau tengah pelajaran, tidak perlu dikumpulkan. Tujuannya hanya untuk memancing retrieval practice.


Contoh Instrumen Asesmen Formatif

Rubrik Observasi Diskusi (SMP/SMA)

Dimensi4 (Sangat Baik)3 (Baik)2 (Cukup)1 (Perlu Bimbingan)
Kontribusi ideSelalu memberikan ide relevanSering memberikan ideKadang-kadangTidak memberikan ide
MendengarkanAktif mendengar dan meresponsMendengar dengan baikKadang tidak fokusTidak memperhatikan
ArgumentasiArgumen logis dan berbasis buktiArgumen cukup logisArgumen kurang jelasTidak berani berargumen

Cara Menggunakan Hasil Asesmen Formatif

Langkah 1: Analisis Data

Setelah mengumpulkan data (exit ticket, observasi, dll.), kelompokkan siswa:

  • Grup A: Sudah memahami → siap ke materi berikutnya
  • Grup B: Memahami sebagian → perlu penguatan
  • Grup C: Belum memahami → perlu remedial atau pendekatan berbeda

Langkah 2: Diferensiasi Respons

GrupRespons Guru
APengayaan, soal tantangan, proyek
BLatihan tambahan, diskusi dipandu
CRe-teaching dengan strategi berbeda, peer tutoring

Langkah 3: Komunikasikan ke Siswa

Asesmen formatif harus diikuti dengan feedback yang spesifik, bukan hanya "bagus" atau "salah":

  • ❌ "Jawabanmu salah."
  • ✅ "Konsepmu sudah benar, tapi coba periksa lagi langkah ke-3 — apakah kamu sudah mengalikan kedua ruas?"

Integrasikan Asesmen Formatif dalam Modul Ajar

Saat membuat modul ajar, rencanakan asesmen formatif di setiap pertemuan. Dengan SahabatAjar, asesmen formatif sudah terintegrasi otomatis dalam modul ajar yang dihasilkan.

Buat Modul Ajar dengan Asesmen Otomatis →

Artikel Terkait

Kesimpulan

Asesmen formatif yang efektif bukan tentang menambah beban penilaian — justru sebaliknya. Dengan teknik yang tepat, asesmen formatif membantu Anda mengajar lebih efisien karena Anda tahu persis di mana siswa butuh bantuan dan kapan mereka sudah siap maju.

Hemat Waktu dengan SahabatAjar

Buat modul ajar, ATP, dan perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka dalam hitungan menit.

Coba Gratis Sekarang

Artikel Terkait